Sunday, 3 July 2016

Langit Tidak Pernah Berkata Bahwa Dia Langit

Langit Tidak Pernah Berkata Bahwa Dia Langit



Gemerlap kehidupan dunia terkadang membuat orang lupa, bahwa tidak ada satupun orang yang berada di posisi paling atas. Hingga pada akhirnya banyak orang yang mengangkuhkan banyak hal, dan dianggap sebagai hal yang wajar. Banyak orang yang terlalu bangga mengucapkan namanya.
Kesombongan saat ini sudah menjadi hal yang tidak terlalu dianggap sebagai hal yang sangat luar biasa. Saat ini orang-orang bisa dengan mudah mengatakan kesombongannya tentang suatu hal. Mereka lupa bahwasanya masih ada langit di atas langit.
Orang-orang yang terlalu bangga membicarakan dirinya sendiri adalah orang yang sesungguhnya tidak ada apa-apanya, hingga dia menyombongkan dan mengangkat dirinya sendiri.
Saat ini, cobalah anda lihat langit, langit tidak pernah berkata bahwa dia langit, tetapi semua orang tau, bahwa itu adalah langit. Jadi pada intinya, orang-orang akan menilai anda dengan apa yang terlihat dan apa yang anda lakukan, bukan apa yang anda bicarakan.
Terkadang kesombongan orang membutakan mata dan hatinya, bahwa semua orang juga memiliki mata, tanpa perlu membicarakan apa yang anda punya, mereka juga sudah tau itu. Anda tidak perlu menunjukkan bahwa anda bisa ini dan itu, karena orang-orang akan melihat anda dan menyimpulkan penilaian sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.
Seseorang yang ucapannya lebih besar daripada kenyataan, adalah orang yang sejatinya sangat menyedihkan. Seharusnya semua orang bisa belajar dari langit, bahwasanya langit tidak pernah berkata bahwa dia langit.
Tetapi semua orang mengetahuinya dengan penuh keyakinan dan tanpa keraguan sedikitpun. Sedangkan jika anda hanya berbicara, mungkin akan ada orang yang percaya, tapi pasti banyak yang dirundung keraguan.
Sejatinya melakukan pembuktian kecil lebih mudah dipercaya daripada mengumbar perkataan yang terlampau besar. Karena sebenarnya semua orang bisa berkata apa saja, semua orang bisa mengumbar kebohongan dimana-mana, jadi pembuktian lebih baik dikedepankan daripada mengumbar perkataan.
Orang-orang yang terlampau banyak bicara justru terkadang diragukan oleh orang lain, terlebih lagi jika apa yang dibicarakannya tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Jadi pada intinya, saat ini tidak ada orang yang terlalu bodoh hingga bisa percaya hanya dari apa yang didengarkannya saja.
Mereka lebih percaya dari apa yang dilihat, dari pada apa yang dikatakan. Cobalah anda lihat langit, dia sangat tinggi hingga tidak bisa terukur, dia sangat luas hingga mampu membungkus jutaan bintang di dalamnya, tapi apakah dia pernah menyombongkan dirinya?
Sekalipun langit tetap diam, semua orang tau bahwa langit sangat tinggi, sangat besar dan sangat luar biasa. Jadi orang-orang yang sombong menganggap diri mereka sebagai apa? Hal terbesar yang dimilikinya hanyalah kesombongan, selebihnya bukanlah apa-apa.
Dari sekian banyak hal yang bisa menjatuhkan seseorang, yang paling mudah menjatuhkan adalah kesembongannya sendiri. sikap sombong dan angkuh dari apa yang dimilikinya justru menjatuhkan dirinya sendiri.
Memang pada kenyataannya manusia memiliki nafsu yang sangat besar. Nafsu untuk menyombongkan dirinya, nafsu untuk membicarakan semua kebaikannya. Akan tetapi hal ini yang justru akan menghancurkan dirinya sendiri.
Kesombongan manusia di dunia ini sejatinya tidak ada apa-apanya dibandingkan apa yang Tuhan miliki. Coba anda pikirkan seberapa kecil manusia? Anda hidup di bumi yang menurut anda sudah sangat besar, bahkan untuk mengelilingi bumi dengan kendaraan tercepat sekalipun, akan memakan waktu yang sangat lama.
Coba anda buka lagi buku astronomi anda, sejatinya bumi hanyalah planet yang kecil dari sebuah galaksi. Masih ada planet lain yang lebih besar dalam galaksi yang ditempati bumi, belum lagi dengan besarnya matahari.
Dan perlu anda ketahui, masih ada jutaan galaksi lainnya di langit, anda bisa pikirkan betapa kecilnya anda, dan kita semua sebagai manusia. Lantas apa yang bisa disombongkan dari manusia?
Manusia tidak ubahnya seperti pasir yang ada di bumi, bahkan lebih kecil dari itu. Semua yang terjadi, semua yang dimiliki tidak akan ada apa-apanya dibandingkan kekuasaan Tuhan, itulah alasan kenapa Tuhan sangat tidak menyukai orang yang menyombongkan diri. Jika anda bisa melampaui Tuhan, anda baru bisa menyombongkan diri anda. Tapi sayangnya anda tidak akan pernah sampai pada titik itu sampai kapanpun.
Jadi tidak ada alasan untuk manusia bisa menyombongkan dirinya, apalagi lupa dengan Tuhan. Pada kenyataannya orang yang sudah diselimuti rasa sombong, dia akan melupakan segalanya, bahkan mungkin dia akan melupakan siapa Tuhannya.
Ciri-ciri orang yang menyombongkan diri adalah dia yang banyak bicara, dia yang selalu berbicara dengan mengangkat dan meninggikan apa yang dimilikinya, dia yang merasa bahwa dia adalah yang terbaik dari siapapun.
Padahal itu semua tidak akan terjadi tanpa seizin Tuhan, entah kenapa semakin hari semakin meningkat saja orang-orang yang sombong dan banyak berbicara. Belum lagi ada orang yang dengan mudah mendzolimkan orang lain, bukan hanya mengangkat dirinya tapi juga menjatuhkan orang lain.
Apa yang ada di bumi dan apa yang ada di langit sejatinya adalah milik Tuhan, yang anda nikmati saat ini adalah titipan saja. Jadi sewaktu-waktu Tuhan ingin mengambilnya dari anda, anda tidak akan bisa berbuat apa-apa. Jadi kenapa harus membanggakan hal-hal yang hanya titipan?
Apalagi sampai melupakan Tuhan, manusia terlalu sombong hingga melupakan siapa Tuhannya. Manusia terlalu sombong hingga mudah sekali berbicara dengan melebih-lebihkannya. Padahal langit saja yang seluas, setinggi dan seluar biasa itu tidak pernah menyombongkan diri, langit tidak pernah berkata bahwa dia langit. Tapi semua orang tau itu, orang-orang lebih percaya dari yang dilihat daripada apa yang didengar.

No comments:

Post a Comment