Sunday, 17 July 2016

Bintang Yang Menerangi, Bukan Bulan

Bintang Yang Menerangi, Bukan Bulan





Apakah kamu pernah melihat bulan? Jawabannya sudah pasti iya. Bukankah bulan itu terlihat terang? Bulan membiaskan cahaya di tengah malam yang gelap, bulan menjadi cahaya yang menjadi penerang saat malam. Itu yang kamu lihat dan juga yang kamu rasakan. Padahal tidak, bulan sama sekali tidak memiliki cahaya, sejatinya bulan itu gelap. Yang menjadi sumber cahaya bulan adalah bintang, sebenarnya bintang yang menerangi, bukan bulan. Bulan hanya menjadi media yang memantulkan cahaya bintang untuk menerangi bumi, untuk menemanimu dalam gelapnya malam. Bintang adalah benda bercahaya yang terkadang tidak terlihat, karena bintang begitu jauh. Padahal terdapat milyaran bintang di atas sana, tetapi kenapa bulan yang lebih bersinar? Karena bintang lebih dekat denganmu, meskipun dia tidak memiliki cahayanya sendiri, tapi setidaknya bulan yang menjadi penerangmu.
Sebenarnya banyak pelajaran penting yang bisa kamu dapatkan dari bulan dan bintang. Bintang selalu memberikan cahayanya meskipun tanpa banyak diketahui, keberadaan bintang yang begitu banyak terkadang tidak di mengerti. Tetapi bintang tidak pernah lelah dan berhenti memberikan sinarnya, untuk menerangimu dan seisi dunia. Dari sini kamu bisa belajar satu hal, bahwa melakukan hal baik tidak harus diketahui banyak orang, jika sinarmu tidak bisa langsung menyinari seluruh dunia, kamu bisa membagikan sinarmu untuk kemudian tersampaikan ke seluruh dunia. Meskipun memang terkadang menjadi bintang itu sulit, berada di tempat yang sangat jauh akan membuatnya sering kali tidak dianggap. Karena sejatinya kamu pasti lebih menghargai sinar yang diberikan oleh bulan, dibandingkan kamu harus memahami siapa sumber cahaya itu sendiri. Tapi bintang tidak akan pernah menyesal telah membagikan sinarnya, bintang selalu ada untuk menjadi pemeran utama dalam menerangi malamu.
Lalu bagaimana dengan bulan? Kamu harus tau, bahwa tidak ada sekecil apapun ciptaan Tuhan yang tidak berguna, semua ciptaan Tuhan memiliki fungsi dan manfaatnya masing-masing. Jika sejengkal tanah saja memiliki manfaat, kenapa kamu harus mendustakan manfaat bulan? Memang bulan tidak sebesar bumi yang kamu pijak, bulan tidak seindah bumi dan seisinya, bulan tidak seperti bintang yang mampu membuat sinarnya sendiri. Tetapi bulan memiliki peran vital untuk menjadi penerang malamu, bulan berperan penting untuk membuat malam di bumi menjadi tidak menakutkan, dan bahkan menjadi lebih indah. Bulan menjadi bagian dari bintang untuk memberikan sinarnya. Dari bulan kamu bisa belajar satu hal yang penting. Bahwa jika kamu tidak bisa menjadi sumbernya, jadilah sebagai media untuk membagikannya. Karena bintang tidak bisa melakukan kebaikan sendiri, bulan bisa membantunya. Bintang dan bulan sama-sama menjadi bagian penting untuk cahaya malam, bulan dan bintang sama-sama penting untuk menerangi gelapnya malam. Tetapi kamu jangan sampai lupa, jika kamu menjadi bulan pasti akan banyak orang yang mengagungkanmu, banyak orang yang akan memujimu. Saat itu terjadi kamu harus ingat, darimana kamu dapat cahaya itu, sebelum kamu membagikannya ke semua orang.
Manusia diciptakan dengan takdir yang berbeda, seperti halnya benda-benda di alam semesta. Semuanya memiliki fungsi masing-masing. Perbedaan itu saling berkaitan untuk menjadi sebuah sistem yang saling berhubungan satu sama lain. Sistem kehidupan yang begitu luas, tetapi sangat sempurna, itulah betapa hebatnya Tuhan. Saat bintang mampu membuat sinarnya sendiri, tetapi tidak mampu sampai ke bumi, Tuhan menciptakan bulan sebagai solusinya. Dari sini saja seharusnya kamu belajar lagi satu hal penting, bahwa tidak ada yang sempurna, manusia saling membutuhkan satu sama lain. Dalam kehidupan manusia, kamu bisa melihat bahwa manusia memiliki keahlian masing-masing, tapi tidak ada satupun manusia yang memiliki semua keahlian. Ada orang yang bisa membuat roti, ada orang yang pandai menjual, ada orang yang membelinya dan seterusnya. Manusia hanya memiliki keahlian kecil, tetapi saling berkaitan. Seperti halnya bulan dan bintang, keduanya tidak sempurna, bintang mampu membuat cahaya, tapi tidak mampu menyampaikannya ke bumi. Sedangkan bulan tidak bisa membuat cahaya, tetapi mampu menyampaikan cahaya bintang ke bumi. Segala sesuatunya saling berkaitan untuk sebuah tujuan.
Di dunia ini, mungkin kamu juga tidak akan bisa menjadi bintang sekaligus menjadi bulan. Jika kamu adalah bintang, kamu membutuhkan bulan untuk membagikan sinarmu, kamu juga butuh bumi untuk tempat penyinaranmu. Jika kamu menjadi bulan, kamu membutuhkan bintang sebagai pemasok cahaya, jika kamu menjadi bumi, jelas kamu membutuhkan bintang dan bulan. Tidak ada satu manusiapun yang bisa hidup sendiri, tidak ada manusia yang mampu mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri. Manusia saling membutuhkan satu sama lain, di dunia ini tidak ada satupun manusia yang tidak berguna, semuanya memiliki manfaat masing-masing sesuai dengan porsinya. Tuhan begitu indah dalam menciptakan segala hal, semuanya memiliki cerita yang indah untuk dijabarkan. Tuhan sebenarnya telah memberikan semua pelajaran penting melalui apa yang diciptakanNya, hanya saja terkadang manusia tidak menyadarinya, terkadang manusia terlalu angkuh untuk belajar memaknai setiap hal.
Belajar dai bintang dan bulan, meskipun bintang yang menerangi, bukan bulan. Tetapi bulan memiliki peran penting untuk itu, dan bintang sangat membutuhkan bulan, demikian juga sebaliknya. Lalu sampai saat ini, apakah kamu masih mau mengangkuhkan diri, bahwa kamu mampu melakukan segala hal sendiri? kamu terlalu kecil untuk melakukan semuanya sendiri, kamu terlalu lemah untuk bisa hidup sendiri. Dari ciptaan Tuhan yang terkecil hingga yang sangat besar, semuanya ikut andil dalam kehidupanmu, itu adalah keniscayaan dan tidak mungkin bisa kamu mengingkarinya.

No comments:

Post a Comment