Bintang Yang Menerangi, Bukan Bulan
Apakah kamu pernah melihat bulan? Jawabannya sudah pasti iya. Bukankah
bulan itu terlihat terang? Bulan membiaskan cahaya di tengah malam yang gelap,
bulan menjadi cahaya yang menjadi penerang saat malam. Itu yang kamu lihat dan
juga yang kamu rasakan. Padahal tidak, bulan sama sekali tidak memiliki cahaya,
sejatinya bulan itu gelap. Yang menjadi sumber cahaya bulan adalah bintang,
sebenarnya bintang yang menerangi, bukan bulan. Bulan hanya menjadi media yang
memantulkan cahaya bintang untuk menerangi bumi, untuk menemanimu dalam
gelapnya malam. Bintang adalah benda bercahaya yang terkadang tidak terlihat,
karena bintang begitu jauh. Padahal terdapat milyaran bintang di atas sana,
tetapi kenapa bulan yang lebih bersinar? Karena bintang lebih dekat denganmu,
meskipun dia tidak memiliki cahayanya sendiri, tapi setidaknya bulan yang
menjadi penerangmu.
Sebenarnya banyak pelajaran penting yang bisa kamu dapatkan dari bulan
dan bintang. Bintang selalu memberikan cahayanya meskipun tanpa banyak
diketahui, keberadaan bintang yang begitu banyak terkadang tidak di mengerti.
Tetapi bintang tidak pernah lelah dan berhenti memberikan sinarnya, untuk
menerangimu dan seisi dunia. Dari sini kamu bisa belajar satu hal, bahwa
melakukan hal baik tidak harus diketahui banyak orang, jika sinarmu tidak bisa
langsung menyinari seluruh dunia, kamu bisa membagikan sinarmu untuk kemudian
tersampaikan ke seluruh dunia. Meskipun memang terkadang menjadi bintang itu
sulit, berada di tempat yang sangat jauh akan membuatnya sering kali tidak
dianggap. Karena sejatinya kamu pasti lebih menghargai sinar yang diberikan
oleh bulan, dibandingkan kamu harus memahami siapa sumber cahaya itu sendiri.
Tapi bintang tidak akan pernah menyesal telah membagikan sinarnya, bintang
selalu ada untuk menjadi pemeran utama dalam menerangi malamu.
Lalu bagaimana dengan bulan? Kamu harus tau, bahwa tidak ada sekecil
apapun ciptaan Tuhan yang tidak berguna, semua ciptaan Tuhan memiliki fungsi
dan manfaatnya masing-masing. Jika sejengkal tanah saja memiliki manfaat,
kenapa kamu harus mendustakan manfaat bulan? Memang bulan tidak sebesar bumi
yang kamu pijak, bulan tidak seindah bumi dan seisinya, bulan tidak seperti
bintang yang mampu membuat sinarnya sendiri. Tetapi bulan memiliki peran vital
untuk menjadi penerang malamu, bulan berperan penting untuk membuat malam di
bumi menjadi tidak menakutkan, dan bahkan menjadi lebih indah. Bulan menjadi
bagian dari bintang untuk memberikan sinarnya. Dari bulan kamu bisa belajar
satu hal yang penting. Bahwa jika kamu tidak bisa menjadi sumbernya, jadilah
sebagai media untuk membagikannya. Karena bintang tidak bisa melakukan kebaikan
sendiri, bulan bisa membantunya. Bintang dan bulan sama-sama menjadi bagian
penting untuk cahaya malam, bulan dan bintang sama-sama penting untuk menerangi
gelapnya malam. Tetapi kamu jangan sampai lupa, jika kamu menjadi bulan pasti
akan banyak orang yang mengagungkanmu, banyak orang yang akan memujimu. Saat
itu terjadi kamu harus ingat, darimana kamu dapat cahaya itu, sebelum kamu
membagikannya ke semua orang.
Manusia diciptakan dengan takdir yang berbeda, seperti halnya
benda-benda di alam semesta. Semuanya memiliki fungsi masing-masing. Perbedaan
itu saling berkaitan untuk menjadi sebuah sistem yang saling berhubungan satu
sama lain. Sistem kehidupan yang begitu luas, tetapi sangat sempurna, itulah
betapa hebatnya Tuhan. Saat bintang mampu membuat sinarnya sendiri, tetapi
tidak mampu sampai ke bumi, Tuhan menciptakan bulan sebagai solusinya. Dari
sini saja seharusnya kamu belajar lagi satu hal penting, bahwa tidak ada yang
sempurna, manusia saling membutuhkan satu sama lain. Dalam kehidupan manusia,
kamu bisa melihat bahwa manusia memiliki keahlian masing-masing, tapi tidak ada
satupun manusia yang memiliki semua keahlian. Ada orang yang bisa membuat roti,
ada orang yang pandai menjual, ada orang yang membelinya dan seterusnya.
Manusia hanya memiliki keahlian kecil, tetapi saling berkaitan. Seperti halnya
bulan dan bintang, keduanya tidak sempurna, bintang mampu membuat cahaya, tapi
tidak mampu menyampaikannya ke bumi. Sedangkan bulan tidak bisa membuat cahaya,
tetapi mampu menyampaikan cahaya bintang ke bumi. Segala sesuatunya saling
berkaitan untuk sebuah tujuan.
Di dunia ini, mungkin kamu juga tidak akan bisa menjadi bintang
sekaligus menjadi bulan. Jika kamu adalah bintang, kamu membutuhkan bulan untuk
membagikan sinarmu, kamu juga butuh bumi untuk tempat penyinaranmu. Jika kamu
menjadi bulan, kamu membutuhkan bintang sebagai pemasok cahaya, jika kamu
menjadi bumi, jelas kamu membutuhkan bintang dan bulan. Tidak ada satu
manusiapun yang bisa hidup sendiri, tidak ada manusia yang mampu mencukupi
kebutuhan hidupnya sendiri. Manusia saling membutuhkan satu sama lain, di dunia
ini tidak ada satupun manusia yang tidak berguna, semuanya memiliki manfaat
masing-masing sesuai dengan porsinya. Tuhan begitu indah dalam menciptakan
segala hal, semuanya memiliki cerita yang indah untuk dijabarkan. Tuhan
sebenarnya telah memberikan semua pelajaran penting melalui apa yang
diciptakanNya, hanya saja terkadang manusia tidak menyadarinya, terkadang
manusia terlalu angkuh untuk belajar memaknai setiap hal.
Belajar dai bintang dan bulan, meskipun bintang yang menerangi, bukan
bulan. Tetapi bulan memiliki peran penting untuk itu, dan bintang sangat
membutuhkan bulan, demikian juga sebaliknya. Lalu sampai saat ini, apakah kamu
masih mau mengangkuhkan diri, bahwa kamu mampu melakukan segala hal sendiri?
kamu terlalu kecil untuk melakukan semuanya sendiri, kamu terlalu lemah untuk
bisa hidup sendiri. Dari ciptaan Tuhan yang terkecil hingga yang sangat besar,
semuanya ikut andil dalam kehidupanmu, itu adalah keniscayaan dan tidak mungkin
bisa kamu mengingkarinya.

No comments:
Post a Comment